Apresiasi Seni Rupa Modern Indonesia
Pengertian Seni Rupa Modern
Seni rupa modern berkembang pada kurun waktu 1860 – 1970 (Atkin, 1990). Perkembangan dimulai dari kawasan Eropa kemudian berkembang ke seluruh dunia, khususnya ke kawasan Asia dan Afrika dibawa oleh pemerintahan kolonial. Istilah “modern” memiliki arti mutakhir, masa kini, terbaru. (sumber: https://kbbi.web.id/modern).
Perkembangan seni rupa modern memiliki latar belakang sejarah yang panjang dalam perkembangan kebudayaan Eropa. Seperti diketahui, di kawasan Eropa pada abad ke 17-18, tumbuh semangat untuk melakukan pembaharuan dalam berbagai bidang kebudayaan. Era ini dinamakan sebagai Abad Pencerahan, yaitu suatu era tumbuhnya kesadaran akan kemampuan manusia untuk menciptakan kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan. Pada era ini bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, hukum, politik, geografis, seni, dan sastra, berkembang pesat.
Dalam bidang seni rupa, para seniman melakukan berbagai eksperimentasi dalam konsep seni, teknik dan gaya. Hal ini telah melahirkan berbagai gaya dan aliran-aliran seni pada masa itu. Di dalam sejarah seni rupa modern, kita mengenal berbagai aliran dalam seni rupa, seperti impresionisme, ekspresionisme, kubisme, abstrakisme, dan lain-lain.
Seni Rupa Modern Indonesia
Media : Cat minyak di atas kanvas
Ukuran : 112 x 178 cm
Tahun :1857
Sumber gambar : https://id.wikipedia.org/
Seni rupa modern Indonesia dimulai dengan masuknya pengaruh seni rupa Eropa melalui pemerintahan kolonial Belanda pada akhir abad 19. Diawali oleh Raden Saleh Syarif Boestaman (1807–1880) yang mendapatkan bea siswa untuk belajar seni lukis di Belanda.
Sementara itu pemerintah kolonial Belanda juga mendidik warga pribumi belajar menggambar untuk memenuhi kebutuhan juru gambar. Perkembangan ini membawa pengaruh besar pada seni rupa Indonesia dalam konsep dan cara penggambaran suatu objek.
Dalam hal konsep, di antaranya memperkenalkan pengelompokan seni rupa ke dalam dua kelompok besar, yaitu seni murni dan seni terapan. Seni murni adalah karya seni yang diciptakan dengan tujuan hanya keindahan. Contohnya lukisan, diciptakan bukan untuk memiliki fungsi langsung dalam kehidupan sehari-hari, selain nilai keindahan karya itu sendiri. Seni terapan adalah seni yang memiliki fungsi langsung atau dapat digunakan dalam
kehidupan sehari-hari misalnya desain mebel, desain perabot dan lain-lain.
Dalam hal teknik, seni rupa modern memperkenalkan cara pengolahan elemen-elemen rupa (garis, bentuk, tekstur, warna, ruang) baik untuk karya dua dimensi maupun karya tiga dimensi. Sebagai contoh, cara penggambaran dimensi ruang, diperkenalkan teknik perspektif, suatu objek yang lebih jauh digambarkan semakin mengecil.
Di dalam tradisi lama di Indonesia, dimensi ruang digambarkan secara datar, yaitu semua objek diperlihatkan (tanpa terhalang) objek yang berada paling bawah merupakan objek yang dekat dengan penglihatan, objek yang lebih jauh digeser ke atas.
Sumber Foto: Understanding Art
Di dalam perkembangan selanjutnya, seni rupa modern Indonesia memiliki perkembangannya sendiri, sesuai dengan latar belakang budaya Indonesia. Seni rupa dari khazanah tradisi, menjadi inspirasi bagi seniman modern Indonesia yang khas dan berbeda dengan tradisi seni rupa modern Barat.
Sumber :
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMA Kelas XI
Penerbit Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
https://buku.kemdikbud.go.id

