Seni Rupa Terapan
Pengertian Seni Rupa Terapan
Karya seni rupa yang dibuat oleh manusia memiliki beragam bentuk. Sebagai produk budaya bangsa, karya seni mengandung unsur keindahan dan selalu mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman. Berdasarkan fungsinya, karya seni terbagi menjadi dua, yaitu seni murni dan seni terapan. Seni murni menekankan pada fungsi estetis, sedangkan seni terapan (applied art) menekankan pada manfaat, dalam arti dapat dimanfaatkan di kehidupan sehari-hari.
Seni terapan menggabungkan estetika, desain, kebutuhan konsumen, dan solusi praktis untuk memecahkan masalah dalam memenuhi kebutuhan keseharian. Adapun benda seni yang memiliki nilai fungsi meliputi desain, kriya, wayang, keramik, anyaman, patung terapan, ilustrasi dan sebagainya.
Seni terapan (applied art) muncul sejak zaman prasejarah, bahkan jauh sebelum kehadiran seni murni. Di nusantara, manusia prasejarah sudah mempraktikkan seni terapan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menggunakan kapak batu dan tulang untuk berburu dan kebutuhan lainnya. Setelah memasuki masa prazaman atau era sebelum modern, karya seni mengalami perkembangan yang begitu pesat, terutama karya seni rupa terapan. Jika pada zaman prasejarah para leluhur menggunakan batu sebagai bahan dasar pembuatan suatu alat, kini di era sekarang banyak diwujudkan menggunakan bahan kayu, logam, kulit dan sebagainya.
Pada era sekarang, benda-benda yang berasal dari logam dileburkan terlebih dahulu untuk membuat berbagai macam perhiasan dan peralatan, seperti bejana, neraca, dan alat-alat rumah tangga lainnya. Karya-karya semacam itu dapat disebut sebagai karya seni kriya. Seni kriya pada masa itu masih dibuat dengan cara yang sangat sederhana dan lebih mengutamakan aspek fungsional dibandingkan segi estetis. Namun di lain sisi, adanya penemuan tembikar (bejana perunggu) yang memiliki corak hias, menandakan bahwa manusia prasejarah telah mengenal keindahan atau nilai estetis pada suatu benda. Nilai estetis yang terdapat pada tembikar tersebut, dihasilkan dari pengamatan indera terhadap tumbuhan-tumbuhan di lingkungan sekitar. Setelah melakukan pengamatan, manusia prasejarah kemudian mengolah citra tersebut menjadi motif untuk menghias benda-benda fungsional guna menambah nilai keindahan.
Seni Rupa Terapan Berdasarkan Fungsi
Seni rupa terapan tidak dapat dilepaskan dari nilai guna untuk memenuhi dan membantu kehidupan sehari-hari manusia. Secara umum, seni memiliki fungsi untuk merangsang kreativitas dan daya bertahan hidup manusia, sedangkan dalam seni rupa terapan memiliki beberapa manfaat dalam kehidupan sehari-hari yang terbagi menjadi dua fungsi, yaitu:
Fungsi Kegunaan (Praktis)
Fungsi praktis atau kegunaan adalah kondisi di mana karya seni dapat membantu dan menunjang segala aktivitas kebutuhan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh yang sering ditemukan adalah lemari, meja, kursi, senjata, peralatan rumah tangga dan benda-benda lain.
Fungsi Keindahan (Estetis)
Selain fungsi praktis, dalam karya seni rupa terapan juga mempertimbangkan fungsi estetis, sehingga setiap orang dapat menikmati keindahan wujud sebuah karya. Adapun contoh karya seni terapan yang memiliki fungsi estetis adalah kursi, atau lemari dengan ukiran yang indah; wayang dengan sungging yang tampak mempesona dan filosofis, juga benda-benda lainnya yang sering kita temui di sekitar.
Seni Rupa Terapan Berdasarkan Wujud
Seni rupa terapan (applied art) memiliki pembagian sesuai bentuk dan wujudnya:
Dua Dimensi (Dwi Matra)
Karya seni rupa terapan dua dimensi, yaitu karya seni rupa yang mempunyai ukuran panjang dan lebar, hanya bisa dilihat dari satu arah. Contoh karya seni rupa terapan dua dimensi adalah batik, wayang kulit, wayang kertas, komik, cerita bergambar, dan lain-lain.
Tiga Dimensi (Tri Matra)
Karya seni rupa terapan tiga dimensi, yaitu karya seni rupa yang dapat dilihat dari segala arah dan memiliki volume (panjang, lebar dan tinggi). Misalnya, seni patung, wayang golek, gerabah, keramik, lemari, topeng, vas, kendi, dan lain-lain.
Jenis-Jenis Seni Terapan
Ada berbagai macam seni rupa terapan yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari, bahkan terkadang kita tidak menyadari bahwa benda tersebut merupakan karya seni rupa terapan. Berikut adalah beberapa jenis seni rupa terapan, yaitu:
1. Desain
Desain sebagai seni rupa terapan dapat meliputi perancangan gambar hingga pembuatan benda pakai yang digunakan untuk kebutuhan tertentu, seperti: desain produk, desain brosur, poster, desain kemasan, dan lain-lain.
Arsitektur
Arsitektur merupakan seni untuk merancang bangunan, baik secara keindahan maupun fungsi. Misalnya, bangunan rumah, galeri, kantor, masjid, gereja, sekolah, dan museum.
Kriya
Kriya merupakan kerajinan tangan yang memerlukan keterampilan tinggi untuk membuatnya. Kebanyakan produk hasil seni kriya memiliki nilai guna dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pakaian dan perlengkapan busana merupakan contoh yang paling sering kita temui. Misalnya, baju, kursi, meja, tas, wayang kulit, topeng, senjata, dan lain-lain.
Ilustrasi
Ilustrasi pada dasarnya merupakan sebuah gambar yang dapat mencerminkan sebuah narasi atau teks cerita untuk memberi penjelasan kepada pembaca agar lebih mudah memahami. Biasanya ilustrasi memiliki jalan cerita yang memberi pemahaman kepada pembaca tentang suasana visual yang menyenangkan, akrab, sedih, menakutkan, dan indah. Gambar ilustrasi dapat diterapkan dalam buku-buku cerita bergambar, komik, dan lain-lain.
Patung
Beberapa karya patung dapat menjadi seni terapan ketika berfungsi untuk mengilustrasikan sesuatu, seperti patung manusia purba di museum, patung tokoh pahlawan, patung peraga, dan lain-lain.
___________________________
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMA/MA Kelas XII
Penerbit Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Cetakan pertama, 2022
